Memperkenalkan batik dari usia dini tak boleh dilupan sebagai bagian dari strategi memasyarakatkan batik. Dan sekolah adalah media yang tepat untuk mendoktrinkan batik kepada para siswa sejak dini. Dapat kita ambil contoh bagaimana efektifnya sekolah dalam mengstigmakan bahwa PKI itu kejam dan tak beragama. Maka seni membatik pun harus bisa masuk kedalam materi pendidikan di sekolah. Misalkan dalam mata pelajaran ketrampilan dan kesenian, jangan siswa hanya diajarkan untuk membuat kue atau bernyanyi saja. Tapi juga diajarkan tentang batik. Mulai dari sejarahnya maka siswa akan mendapatkan pengetahuan sejarah yang lebih luas. Diajarkan tentang makna batik sebagai identitas bangsa, maka siswa akan mendapatkan esensi dari seni batik. Hingga pada tekhnik pembuatanya. Dengan berpraktek dalam pembuatan batik, maka siswa akan belajar berkreasi sehingga dapat menopang daya kreatifitas mereka.
Penanaman pemahaman mengenai batik sejak dini menjadi sangat penting artinya, jika ingin menjadikan batik sebagai bagian dai budaya bangsa. Karena jika hal ini tidak dilakukan, maka niscaya batik tidak akan akrab dengan bangsa ini. LIhat saja hegemoni budaya luar sudah masuk dan menggerogoti di hampir setiap lini kehidupan dan pergaulan. Mereka masuk melalui media entertainment, bahkan juga lewat jalur-jalur pendidikan seperti, tempat-tempat kursus bahasa, musik, dan lain-lain.
Peran Pemerintah dan Masyarakat Pecinta Batik
Disini, peran pemerintah sangatlah vital dalam memasyarakatkan batik. Karena jika batik dibiarkan menjadi pekerjaan industri atau swasta, maka yang akan menonjol hanyalah sisi komersialnya saja. Karena ranah regulasi dan juga pendidikan adalah sebuah wilayah yang hanya bisa dijangkau oleh pemerintah. Begitu juga ketika ingin mempromosikan batik Indonesia ke dunia luar, dengan mudah tentunya pemerintah dapat melakukan itu. Tinggal bagaimana tindakan kongkrit pemerintah dalam memasyarakatkan batik. Apakah akan mengulang metode dan strategi lama, serta membiarkan batik hanya menjadi milik kalangan tertentu saja. Atau berani membuat terobosan-terobosan baru dalam memasyarakatkan batik. Tentunya juga diimbangi dengan desakan atau dorongan dari kalangan masyarakat pecinta batik kepada pemerintah agar lebih memperhatikan kesenian batik. Sehingga semangat dan pesona yang terkandung dalam batik dapat mengidentitaskan bangsa Indonesia.
Ditulis Oleh Alfa Gumilang
Penulis adalah Sekretaris PRP Kota Jakarta
sumber : http://www.batikjenggolo.com/batik-sebagai-simbol-identitas-3/
Penanaman pemahaman mengenai batik sejak dini menjadi sangat penting artinya, jika ingin menjadikan batik sebagai bagian dai budaya bangsa. Karena jika hal ini tidak dilakukan, maka niscaya batik tidak akan akrab dengan bangsa ini. LIhat saja hegemoni budaya luar sudah masuk dan menggerogoti di hampir setiap lini kehidupan dan pergaulan. Mereka masuk melalui media entertainment, bahkan juga lewat jalur-jalur pendidikan seperti, tempat-tempat kursus bahasa, musik, dan lain-lain.
Peran Pemerintah dan Masyarakat Pecinta Batik
Ditulis Oleh Alfa Gumilang
Penulis adalah Sekretaris PRP Kota Jakarta
sumber : http://www.batikjenggolo.com/batik-sebagai-simbol-identitas-3/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar